Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau saya akan memiliki sebuah blog yang berisi perjalanan hidup saya. Awalnya, blog ini saya buat hanya sebagai tempat untuk menulis. Tempat yang sederhana untuk menyimpan cerita, perasaan, dan berbagai pengalaman yang mungkin suatu hari nanti bisa saya baca kembali.
Saya tidak menulis untuk mencari belas kasihan atau simpati dari siapa pun. Justru sebaliknya, saya ingin berbagi bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Kadang jalannya mulus, kadang penuh tikungan, tetapi semuanya selalu menyimpan pelajaran yang berharga.
Saya percaya, bercerita juga bisa menjadi cara untuk berdamai dengan masa lalu.
Beberapa tahun yang lalu, saya menikah di usia yang masih sangat muda. Pernikahan itu terjadi karena keadaan yang pada saat itu mengharuskan saya mengambil keputusan tersebut. Sebagai seorang perempuan muda, tentu saya berharap bisa membangun keluarga yang bahagia seperti kebanyakan orang. Saya membayangkan rumah yang penuh tawa, saling mendukung, dan tumbuh bersama.
Namun ternyata, kehidupan memiliki rencana yang berbeda.
Pada akhirnya, saya harus menerima kenyataan bahwa rumah tangga tersebut tidak dapat dipertahankan. Keputusan untuk berpisah tentu bukan sesuatu yang mudah. Ada begitu banyak air mata, rasa kecewa, dan pertanyaan yang terus memenuhi pikiran saya saat itu.
Meski begitu, hidup harus terus berjalan.
Saat tulisan ini dibuat, saya sudah memasuki tahun kelima menjalani kehidupan sebagai seorang single parent dengan dua anak yang luar biasa. Jujur saja, sampai sekarang saya sendiri masih sering bertanya-tanya, "Bagaimana ya dulu saya bisa melewati semuanya?"
Mungkin jawabannya sederhana.
Karena seorang ibu selalu menemukan kekuatannya ketika melihat anak-anaknya tersenyum.
Mereka menjadi alasan terbesar saya untuk terus bangkit setiap kali merasa lelah. Mereka pula yang mengajarkan bahwa cinta tidak selalu datang dalam bentuk yang sempurna, tetapi bisa hadir melalui pelukan kecil, tawa sederhana, dan kebersamaan setiap hari.
Perjalanan ini tentu tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika saya merasa kuat, tetapi ada juga saat-saat di mana saya ingin menyerah. Saya pernah merasa takut menghadapi masa depan, khawatir apakah saya mampu membesarkan kedua anak saya dengan baik.
Namun perlahan saya belajar bahwa hidup tidak menuntut kita untuk selalu kuat. Tidak apa-apa jika sesekali merasa lelah. Yang terpenting adalah kita tetap memilih untuk bangkit dan melangkah lagi.
Mungkin itulah alasan saya akhirnya memberanikan diri menulis di blog ini.
Belum semua cerita bisa saya bagikan. Masih ada bagian-bagian yang sangat pribadi dan membutuhkan waktu sebelum akhirnya siap untuk diceritakan. Saya ingin menghormati diri saya sendiri, juga orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya.
Semoga suatu hari nanti saya bisa menuliskan semuanya dengan hati yang benar-benar sudah pulih.
Untuk saat ini, izinkan blog ini menjadi ruang kecil tempat saya berbagi cerita, pengalaman, dan pelajaran hidup yang saya dapatkan sepanjang perjalanan.
Kalau ada satu hal yang saya pelajari, itu adalah bahwa hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun, dari setiap luka, selalu ada kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih bersyukur.
Dan mungkin, inilah awal dari banyak cerita yang akan saya bagikan di sini. Semoga setiap tulisan yang lahir dari blog ini bisa menemani siapa pun yang sedang berjuang dalam diam, sekaligus menjadi pengingat bahwa selalu ada harapan setelah badai berlalu.

